BANDUNG- Selain pernah menjadi tempat nginap tamu-tamu agung dunia, mulai dari Soekarno hingga komedian legendaris Charlie Chaplin, Hotel Savoy Homann juga memiliki sejarah arsitektur yang unik.
Public Relations Hotel Savoy Homann Dina Novia Faisal menuturkan, Hotel Savoy Homann didirikan keluarga Homann pada 1871 di Jalan Asia Afrika, Bandung.
"Waktu itu bangunannya masih terbuat dari bambu," tutur Dina, melalui emailnya kepada okezone.
Pada 1880 hotel ini dibangun permanen bergaya arsitektur Romantic dan Baroque. Lalu antara 1937-1936 dilakukan pembangunan gedung baru. Kali ini gaya arsitekturnya bernuansa art deco dan diarsiteki oleh A.F.Albers.
Pada 1953 Savoy Homann dibeli R.H.M Saddak, anggota DPR yang juga Direktur dari Firma "Saddak&Co" yang bergerak di bidang ekspor-impor di Jakarta.
Sejak itu hotel ini menjadi persinggahan orang-orang penting. Misalnya, menjadi tempat nginap delegasi negara-negara peserta Konferensi Asia Afrika, Konferensi PATA, Konferensi Islam Asia Afrika, dan lainnya.
Pada 1987, Mr Saddak melepas kepemilikannya kepada H.E.K Ruhiyat yang merupakan Direktur Utama PT Panghegar Group di Bandung. Hotel Savoy Homann berubah menjadi Savoy Homann Panghegar Heritage Hotel.
Krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada 1997 membuat H.E.K Ruhiyat menjual sahamnya kepada PT Bidakara Savoy Homann Duaribu. Selanjutnya Group Bidakara merenovasi kembali hotel dan outlet-outlet yang ada di dalamnya.
Kini Savoy Homann Bidakara Hotel memiliki 185 kamar, yang terdiri dari 120 Deluxe room, 41 Executive room, 15 Junior Suite room, tiga Homann Suite room. Hotel ini juga memiliki tiga outlet yakni Garden Restaurant, Batavia Bar & Lounge, dan Sidewalk Café.
Fasilitas lain, hotel ini memiliki Wi-Fi, swimming pool, fitness center, spa, karaoke, dan games room, juga 10 meeting rooms yang dapat menampung 10 hingga 1.000 orang.
Selasa, 21 Mei 2013 15:14 WIB
Selasa, 21 Mei 2013 14:00 WIB
Selasa, 21 Mei 2013 09:15 WIB