Mahasiswa-Polisi Bentrok di Bandung, 2 Orang Masuk UGD

Senin, 26 Maret 2012 17:25 wib | Iman Herdiana - Okezone

Unjuk rasa di Gedung Sate, mahasiswa-polisi bentrok (Foto: okezone/Iman H) Unjuk rasa di Gedung Sate, mahasiswa-polisi bentrok (Foto: okezone/Iman H) BANDUNG - Buntut aksi unjuk rasa menolak penaikan harga BBM di depan Kantor Gubernur Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Bandung, lima mahasiswa dan warga menderita luka setelah terlibat baku pakul dengan polisi. Dua di antaranya dirawat di UGD Rumah Sakit Borromeus.

Dua mahasiswa yang dirawat di UGD RS Borromeus adalah Ketua GMNI Bandung Helmut Hector dan anggota Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Taryana.

Helmut menerima tujuh jahitan di keningnya. Dia menuturkan saat bentrok terjadi, dia berusaha menolong temannya yang jatuh.

“Saya mau tolong teman saya, tapi saya malah ditarik dan ditendang,” tutur Helmut sambil menujukkan lukanya di keningnya, Senin (26/3/2012). Dia masih terbaring di UGD RS Borromeus hingga sore ini.

Rencananya, dia dan GMNI akan melakukan visum untuk menempuh langkah hukum selanjutnya. Meski demikian pihak rumah sakit menyatakan keduanya bisa pulang malam nanti.

“Ke depan, kami tetap akan tuntut ini sesuai hukum karena aparat represif. Kita kan ingin BBM tidak naik tapi malah dipukuli aparat yang notabene pelayan masyarakat,” ungkap mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional Universitas Pasundan ini.

Wakabid Advokasi Keorganisasian GMNI Bandung, Ilham Wiratmaja, menyebutkan total anggota GMNI yang luka ada empat orang yakni Wendi, Saron, Feres, dan Helmut. Sedangkan seorang lagi HNSI.

"Kami sudah ditelepon GMNI pusat, kami akan membuat laporan ke Komnas HAM untuk melaporkan adanya tindak kekerasan negara terhadap rakyat," tegasnya.
(ton)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »