BANDUNG - Malam minggu di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, tidak seperti biasanya. Keramaian muda-mudi yang memadu cinta berbaur dengan 40 massa yang menuntut dicabutnya Pasal 7 ayat 6a APBN 2012 yang baru disahkan DPR RI.
Massa yang menolak kenaikan harga BBM itu berasal dari Aliansi Rakyat Jawa Barat (Aljabar). Massa mulai 'menghiasi' halaman Gedung Sate sekira pukul 18.00 WIB. Bahkan massa bersikukuh akan menginap jika perwakilan pemerintah tidak menemui massa.
Koordinator aksi Aljabar, Amran Halim, menegaskan aksi tersebut sebagai bentuk penolakan pada pasal 7 ayat 6a UU APBN 2012.
Menurutnya, dalam pasal itu kenaikan harga BBM disesuaikan dengan kenaikan harga minyak dunia. Dalam hal ini, pemerintahan SBY dinilai tidak pro pada rakyat.
"Posisi SBY terlihat dengan jelas sebagai pelayan setia dan hamba Imperialis atau kapitalis monopoli asing," tuturnya di sela-sela aksi, Sabtu (31/3/2012) malam.
Selain itu, pihaknya menuntut agar pemerintah menghentikan monopoli perusahaan minyak dan gas asing di Indonesia.
"Lawan rezim fasis anti rakyat dan turunkan harga kebutuhan pokok yang kini semakin meroket," tegasnya.
Dalam aksinya, massa yang kebanyakan orangtua ini sempat mengumandangkan Shalawat Badar. Selain itu, massa juga sempat menyanyikan lagu Indonesia Raya juga mengheningkan cipta sebagai bentuk kecintaannya terhadap Indonesia.
Rabu, 19 Juni 2013 14:39 WIB
Rabu, 19 Juni 2013 13:10 WIB
Rabu, 19 Juni 2013 09:28 WIB