BANDUNG - Bakal calon (Balon) Gubernur Jawa Barat Partai Gerindra harus berkerja keras mencari modal. Pasalnya, balon yang terpilih untuk maju dari Gerindra harus memiliki uang Rp430 miliar untuk modal kampanye.
Ketua Tim Penjaringan Pilgub DPD Gerindra Jabar, Sunatra, mengatakan uang tersebut merupakan paket komplit hingga kampanye. Gerindra membidik 17,2 juta dari total jumlah pemilih hak suara di Jabar yakni sekira 43,3 juta orang.
“Asumsinya, 17,2 juta orang dikali Rp25 ribu jadi Rp430 miliar,” sebut Sunatra.
Dana tersebut akan digunakan untuk membeli perlengkapan pendukung kampanye, seperti kaos spanduk, baliho, dan bendera.
Namun, pihaknya menawarkan paket hemat jika nantinya balon merasa keberatan atau tidak sanggup menyediakan uang tersebut.
“Untuk satu wilayah atau titik simpul kampanye, dibutuhkan Rp25 juta. Di Jabar, sedikitnya ada 7 ribu titik kampanye. Untuk 7 ribu titik tersebut total Rp175 miliar yang digunakan untuk membeli alat peraga, spanduk, baliho, kaos, dan lain-lain,” paparnya.
Ditanya mengenai asal muasal dana terebut, hal itu menjadi kewajiban cagub maupun cawagub bersangkutan. Partai tidak mengeluarkan uang untuk kampanye.
“Itu bisa lebih ringan jika Gerindra berkoalisi dengan partai lain. Nantinya ada pembagian anggaran untuk kampanye. Biasanya pembagiannya 60:40, 60 persen disediakan cagub, 40 persen disediakan cawagub,” tukasnya.
Selasa, 21 Mei 2013 15:14 WIB
Selasa, 21 Mei 2013 14:00 WIB
Selasa, 21 Mei 2013 10:52 WIB