BANDUNG- Sebanyak 5.178 kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) se-Jabar mengikuti pendampingan dan pelatihan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Netty Prasetiyani Heryawan menyatakan, pelatihan mulai dilakukan Mei 2012 dan melibatkan Perhimpunan Dokter paru Indonesia (PDPI) Cabang Jawa Barat. Sosialisasi PHBS tersebut akan terus dilakukan hingga menjangkau seluruh kader di pelosok Jabar.
"Targetnya, ke depan minimal ada seorang pendamping untuk satu desa di Jabar sehingga jumlah kader Posyandu pun akan semakin banyak," kata Netty, melalui rilisnya kepada Okezone, Rabu (16/5/2012).
Netty mengungkapkan, wilayah administrasi pemerintahan Jawa Barat memiliki 17 Kabupaten, 9 Kota, dan 620 Kecamatan, terdiri dari 5.242 Desa dan 632 Kelurahan.
Menurutnya, sosialisasi PHBS perlu dilakukan guna menggugah kesadaran masyarakat betapa pentingnya budaya hidup sehat.
"Pola hidup adalah salah satu hal terbesar yang menentukan kualitas kesehatan seseorang, termasuk para penderita asma. Untuk itulah perlu digalakkan sosialisasi guna mengedukasi masyarakat," ujarnya.
Dia mencontohkan, penyebab penyakit asma salah satunya timbul karena minimnya perhatian masyarakat terhadap PHBS.
Untuk itu, Netty mengapresiasi kegiatan sosialisasi PHBS yang didukung PDPI. Sosialisasi ini mengedukasi masyarakat mengenai seluk beluk penyakit asma, serta bagaimana harusnya para penderita bergaya hidup.
Menurutnya, kecenderungan penderita asma di seluruh dunia naik 10 persen per sepuluh tahun. Ini dipicu selain faktor PHBS, juga karena faktor eksternal yang sulit dihindari seperti industrialisasi, perubahan suhu, dan cuaca yang ekstrim.
Mengutip pendapat ahli asma yang juga pengurus PDPI Jawa Barat, Teguh Widjaja, Netty menyatakan penderita asma di Indonesia sendiri prevelansinya mencapai 2,5-10 persen dari jumlah penduduk.
"Dengan adanya sosialisasi PHBS macam begini, diharapkan jumlah penderita asma bisa ditekan. Demikian juga dengan kondisi penderita yang diharapkan semakin sehat dan intensintas kambuhnya makin jarang. Dengan begitu, ke depan Indonesia, khususnya masyarakat Jawa Barat hidupnya semakin sehat dan sejahtera,” tuturnya.
Kamis, 23 Mei 2013 11:07 WIB
Kamis, 23 Mei 2013 11:04 WIB
Kamis, 23 Mei 2013 10:06 WIB