BANDUNG - Tina Gustina kecewa dengan hasil pemeriksaan dokter yang menyebutkan benda seperti berlian yang keluar dari matanya merupakan hasil rekayasa.
Pihak rumah sakit dan ahli geologi mengungkapkan, tidak mungkin benda padat tersebut bisa keluar dari mata.
“Maka setelah pulang dari Cicendo, saya tanya ini benar enggak Tina? Dia jawab, ‘Engga Pak, saya ke Bapak sudah saudara sendiri masa bohong. Saya enggak berani, saya siap disumpah seandainya rekayasa',” tutur Tono menirukan pernyataan Tina.
Mendengar jawaban dari Tina, Tono yakin apa yang dialami Tina merupakan sesuatu yang bersifat di luar akal, sehingga sulit dijelaskan secara ilmiah.
Tono mengaku, dia melihat sendiri bagaimana benda tersebut keluar dari mata remaja berusia 17 tahun itu. Sebenarnya, Tina juga ingin penderitaannya berakhir. Bukan dalam rangka mencari sensasi, apalagi keuntungan. “Tapi malah keluar lagi,” sambung Tono.
Sepulangnya dari RSM Cicendo, lanjut Tono, di hadapan Bupati Sumedang, mata Tina juga masih mengeluarkan benda itu.
“Bupati juga sama komentarnya enggak bisa menyebut itu rekayasa,” ujarnya.
Bahkan, saat syuting di salah satu televisi swasta, mata Tina juga masih mengeluarkan benda itu. Publik menyaksikannya sendiri.
Tono menambahkan, Tina lahir dari keluarga baik-baik, namun secara ekonomi masih menengah ke bawah. Keluarga mengandalkan pendapat dari sang ayah yang sehari-hari berdagang bakso.
Sebelumnya, RSM Mata Cicendo dan Badan Geologi merilis bahwa batu yang keluar dari mata Tina berbahan sintetis dan bukan benda alam. Batu tersebut banyak ditemukan di pasaran untuk perhiasan. Artinya, batu berasal dari luar tubuh Tina, bukan diproduksi tubuh.
Jum'at, 17 Mei 2013 18:09 WIB
Jum'at, 17 Mei 2013 15:22 WIB
Jum'at, 17 Mei 2013 14:21 WIB