BANDUNG - Ratusan buruh dari berbagai organisasi di Jawa Barat melakukan aksi unjuk rasa. Mereka mengecam pemerintah terkait kelangkaan dan mahalnya harga gas elpiji tiga kilogram.
Para buruh dari Aliansi Serikat Pekerja/Serikat Buruh Bandung Raya dan Forum Warga Peduli Gas LPG 3 Kg mendatangi Kantor Pemerintah Provinsi Jabar atau Gedung Sate di Jalan Diponegoro.
Koordinator buruh, M Sidarta, menuding, penanganan kelangkaan gas yang terjadi sejak dua bulan terakhir cenderung setengah-setengah.
“Jadinya kayak jalankan proyek masing-masing saja,” ucap Sidarta, di depan Gedung Sate, Rabu (13/6/2012).
Seharusnya, pemerintah, DPR, Pertamina, dan polisi, membuat tim terpadu agar tidak jalan masing-masing. Penanganan gas tiga kilogram harus melibatkan semua pihak.
Mereka juga menyesalkan harga elpiji tiga kilogram yang saat ini melonjal melebihi harga eceran tertinggi (HET), yaitu Rp12.750 per tabung. Di beberapa daerah di Jabar, elpiji tiga kilogram dijual Rp19 ribu hingga Rp20 ribu. Massa juga meminta pemerintah menjamin ketersediaan gas dan mengembalikan harga ke Rp12.750.
Dia menilai, operasi pasar atau exstra dropping yang dilakukan Pertamina tidak efektif mengatasi kelangkaan gas.
Para buruh juga mendorong pemerintah pusat membuat Undang-undang Pengelolaan dan Distribusi Gas LPG Tabung untuk melindungi rakyat kecil dan merevisi UU Migas.
Aksi tersebut mendapat kawalan ketat polisi. Jalan Diponegoro sempat ditutup.
Rabu, 19 Juni 2013 14:39 WIB
Rabu, 19 Juni 2013 12:36 WIB
Rabu, 19 Juni 2013 10:03 WIB