BANDUNG - Cinta memang tak mengenal status, pekerjaan, maupun tempat. Hal itu tergambar dalam kisah cinta sejoli tunanetra, Nanang (46) dan Elis (30).
Kisah cinta mereka terjalin setelah bertemu di sebuah panti pijat. Perjalanan cinta mereka kini sampai di depan penghulu.
“Kenalannya di Panti Pijat Garuda sejak empat bulan lalu,” tutur Nanang, di sela acara nikah massal yang digelar Mimbar Hiburan Amal bagi Dhuafa (MHAB) di Pendopo Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (11/7/2012).
Nanang mengaku bekerja sebagai tukang pijit panggilan. Sementara Elis bekerja di Panti Pijat Garuda.
Ditanya mengenai rencana ke depan, Nanang mengaku akan tetap tinggal di daerah Cimindi, Kota Cimahi. “Masalah anak, saya serahkan semuanya kepada Allah,” ungkap Nanang.
Elis sah menjadi istri setelah Nanang mengucap ijab kabul di depan penghulu. Tak muluk-muluk, mas kawin hanya uang Rp25 ribu dan seperangkat alat salat.
Sabtu, 18 Mei 2013 14:04 WIB
Sabtu, 18 Mei 2013 10:26 WIB
Jum'at, 17 Mei 2013 15:22 WIB