BANDUNG – Unit Reskrim Polsekta Cibeunying Kidul gagalkan pengiriman 16 jerigen tuak. Minuman keras golongan B tersebut dikirim dari Purwokerto, Jawa Tengah, untuk diedarkan di wilayah Bandung, Jawa Barat.
Kapolsekta Cibeunying Kidul, Kompol Harli Herdian, menjelaskan, pengungkapan bermula dari kecurigaan petugas patroli pada mobil Carry Suzuki ST hijau tua 1721 FT yang tampak berat saat berjalan.
“Saat diperiksa, anggota menemukan 16 jerigen yang isinya tuak. Setelah itu, anggota lalu membawa kendaraan itu ke markas,” jelasnya kepada wartawan, Kamis (2/8/2012).
Selain mengamankan kendaraan, polisi juga masih memeriksa pemilik kendaraan BA dan kondekturnya FM. Menurutnya, tuak itu rencananya diedarkan ke kios-kios di Kota Bandung dalam kemasan jerigen. Setelah itu, pedagang kios menjual tuak tersebut dengan kemasan per liter atau per gelas.
"Sasaran pengedar tuak ini kios-kios di sekitar terminal bus Leuwipanjang. Kami masih mencari tahu sudah berapa lama pasokan tuak dari Purwokerto ke wilayah Bandung," katanya.
Ditempat yang sama, BA mengaku sudah lebih dari sepuluh kali menjadi kurir tuak. Dia dan FM mengirim tuak langsung pada pemilik kios.
"Setiap jerigen dihargai Rp70 ribu. Kalau tidak ada pengiriman tuak, biasanya saya ngirim makanan dan barang-barang lainnya," ungkapnya.
BA mengatakan, tuak itu biasa dijual oleh kios-kios dengan harga Rp3.000 – Rp5.000 per satu gelas. "Di Bandung juga ada yang membuat tuak, tapi kualitasnya berbeda dengan tuak buatan Purwokerto. Jadi walaupun jauh, kualitasnya bagus," pungkasnya.
Selasa, 18 Juni 2013 16:57 WIB
Selasa, 18 Juni 2013 16:11 WIB
Selasa, 18 Juni 2013 13:22 WIB