BANDUNG - Sebanyak 26 Kabupaten/Kota Jawa Barat menunggak pembayaran jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) yang mencapai Rp28,5 miliar ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
"Jamkesda sampai sekarang (Agustus 2012) Rp28,5 miliar di seluruh Jabar," kata Direktur Keuangan RSHS Bandung, dr Nina Susana Dewi, di Bandung, Selasa (7/8/2012) malam.
Kata Nina, pembayaran tunggakan Jamkesda tersendat karena terkendala oleh pengesahan anggaran dalam rapat Paripurna di masing-masing pemerintah kabupaten/kota.
Nina menuturkan, sebelum membayar tunggakan, pemerintah kabupaten/kota harus menyiapkan pagu dan lain-lain, kemudian dikumpulkan untuk menjadi klaim. Dalam prosesnya, tidak semua pemerintah kabupaten/kota langsung melakukan pembayarannya.
"Sehingga tunggakan Jamkesda terus membengkak," katanya.
Menurutnya, tunggakan Jamkesda tertinggi ada di Kabupaten Bandung yang mencapai Rp10 millar. Kemudian Kotamadya Bandung sebesar Rp2 miliar, dan terakhir Kabupaten Garut Rp1,5 miliar. "Untuk Kota Bandung kita sudah diterima tinggal verifikasi," jelasnya.
Di antara 26 Kabupaten/Kota di Jabar, Sambung Nina, Kotamadya Banjar dinilai sangat cepat dalam membayar Jamkesda. Dinas Kesehatan Kota Banjar juga cukup proaktif menjalin komunikasi dengan RSHS.
"Kalau Kota Banjar Kepala Dinas Kesehatannya selalu telepon masih ada utang atau enggak. Sehingga membuat utang mereka selalu nol," tuturnya.
Sementara Direktur Medik dan Keperawatan RSHS Rudy Kadarsyah menambahkan, pengeluaran tertinggi Jamkesda ada pada pembelian obat, disusul biaya labolatorium seperti kemoterapi dan lain-lain, serta operasional pelayanan. (ctr).
Selasa, 21 Mei 2013 15:47 WIB
Selasa, 21 Mei 2013 15:43 WIB
Selasa, 21 Mei 2013 15:14 WIB