getting time ...

OKEBANDUNG »  BANDUNG RAYA

Pemprov Jabar Siap Tutup Peternakan Babi

Iman Herdiana - Okezone
Senin, 13 Agustus 2012 13:54 wib
detail berita
Ilustrasi, penertiban babi di Medan (Foto: Risna/okezone)

BANDUNG- Peternakan babi yang ada di Jawa Barat (Jabar) akan segera ditutup. Ini dilakukan jika pasal pelarangan bagi peternak babi disetujui DPRD Jabar.

Rencananya, pasal ini akan termuat dalam Raperda Penyelenggaraan Peternakan dan Kesehatan Hewan yang akan dibahas DPRD Jabar 2012 ini.

"Draft raperdanya sudah ada di Biro Hukum (Pemprov Jabar), tinggal masuk ke dewan," kata Kepala Dinas Peternakan Jabar Koesmayadi Tatang Padmadinata di DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Bandung, Senin  (13/8/2012).

Namun, dia tidak tahu kapan draft raperda tersebut akan disetuju. Dia menjelaskan, penutupan peternakan babi didasarkan atas kondisi di lapangan. Menurutnya, para
peternak tidak mematuhi kelayakan pendirian peternakan yang layak.

Para peternak babi, sambungnya, membuat peternakan di gunung atau daerah tinggi. Padahal MUI sudah menjelaskan jika aliran air yang terkena kotoran babi itu haram.

"Dalam aturan, peternakan babi harusnya berdiri di tanah dengan aliran air paling rendah," terangnya.

Di sisi lain, masyarakat Jabar kebanyakan muslim. Dia khawatir, kondisi tersebut menjadi persoalan. "Kalau terus dibiarkan, kita khawatir timbul persoalan di masyarakat," ujarnya.

Pihaknya mengaku selama ini kesulitan dalam melakukan penertiban terhadap peternak babi. Banyak peternak yang justru mengambil daerah untuk beternak di daerah tinggi.

Selain itu, rencana penutupan ditopang dengan belum banyaknya peternakan babi di Jabar. "Jadi mumpung belum banyak lebih baik ditutup," lanjutnya.

Karena itu, jumlah tenaga kerja yang terlibat juga belum banyak. Sementara produksi daging babi di Jabar juga masih sangat minim hanya 87 ton per tahun.

Kebanyakan daging babi juga bukan untuk Jabar, tetapi suplai untuk Jakarta. Malah jika permintaan di Jabar sedang tinggi, akan memasok dari Boyolali.

"Jika peternakan babi di Jabar resmi ditutup, untuk memenuhi kebutuhan bisa meminta pasokan dari Jawa Tengah," katanya. 

Berita Selengkapnya Klik di Sini

(kem)

  • Jefshot » 0 Tanggapan
    Memang pemerintah RI ini tidak berfikir secara logis,,,klo ternak b**i itu ditutup,masyarakat itu berpenghasilan apa??urus aja dulu pemerinthan pusat yg banyak dengan korupsi,stelah bersih,lalu urus masyarakat toh,,,lagian apa pemerintah udah ngebangun lapangan pekerjaan yg memadai???sebelum bertidak fikir2 dulu lah,,,jangan karna satu oknum,semuanya tunduk....
    Beri Tanggapan Laporkan
  • dada rosada » 0 Tanggapan
    enya heu'euh lah..jeung naon daging babi..geus jorok..sakalian pabrik miras oge atuh..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ari » 0 Tanggapan
    yang haram bukan yg masuk mulut tapi yg keluar dari mulut ... sumpah palsu, janji palsu ...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • evan » 0 Tanggapan
    rasis,dan facis oke semua orang jabar di wilayah non m****m harus di usir.kalimantan,maluku,ntt ,papua.usir warga jabar.pak bupati dan gubernur ingat kelakuan mereka di jabar.tutup tempat ibdah mereka
    Beri Tanggapan Laporkan
  • komar » 0 Tanggapan
    Gubernur dan anak buahnya, semuanya pd lebay. Banyak kebijakan pemprov Jabar yg dikit2 selalu berkaitan dgn syairah i slam. Gak sekalian keluarin kebijakan kalo para wanita di larang bekerja dan stir mobil kayak di Arab?? Haram jg tuh hukumnya!!
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.