getting time ...

OKEBANDUNG »  GREATER BANDUNG

Lagi Razia, Polisi Ditabrak Tiga Pelajar Mabuk

Kamis, 13 September 2012 01:00 wib
detail berita
Foto: Koran Sindo

CIAMIS – Tiga pelajar dalam kondisi mabuk digelandang ke Mapolsek Kalipucang, Kabupaten Ciamis, Rabu (12/9/2012) malam. Ketiga pelajar itu, diamankan petugas karena menabrak salah seorang anggota polisi saat digelar razia antisipasi teroris yang dilakukan Kepolisian Resort (Polres) Ciamis di wilayah Ciamsi Selatan.
 
Belakangan diketahui, ketiga pelajar tersebut merupakan siwa SMPN 2 Kalipucang, Kabupaten Ciamis. Ketiganya menerobos barisan polisi yang sedang melakukan razia, karena takut berurusan dengan polisi. Diantara ketiganya, tidak satupun yang mengenakan helm, membawa surat izin mengemudi dan surat kendaraan.
 
Saat berusaha menerobos barisan polisi, motor yang ditumpangi ketiga pelajar itu menabrak salah satu anggota polisi yaitu Bripka Bambang. Melihat kejadian tersebut, sejumlah anggota polisi lain sempat kesal. Beberapa diantaranya sempat melayangkan pukulan. Ketiganya pun digelandang, dari hasil pemeriksaan polisi menemukan sisa minuman beralkohol yang di bawa ketiga pelajar tersebut.
 
Kapolsek Kalipucang AKP Badri membenarkan peristiwa tersebut, menurut Badri selain menabrak polisi ketiganya juga berada di bawah pengaruh alkohol sehingga saat dimintai keterangan ketiganya tidak nyambung.
 
“Karena status mereka masih pelajar SMP, selain dilakukan pembinaan kami juga menyerahkan kepada pihak orang tua dan sekolah untuk melakukan pembinaan lebih lanjut,” terang Badri.
 
Badri menambahkan, selain mengamankan tiga pelajar saat razia antisipasi teroris pihaknya juga mengamankan beberapa unit kendaraan bodong yang diduga hasil tindak pencurian.
 
“Razia antisipasi teroris di wilayah Kabupaten Ciamis akan terus dilakukan hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Sebelum ada perintah selanjutnya, kewaspadaan terus kami tingkatkan dengan sejumlah polsek gabungan,” pungkas Badri.
 
Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) SMPN 2 Kalipucang Engkus didampingi Pengajar SMPN 2 Kalipucang Dada Kusnenda membenarkan ketiga pelajar tersebut merupakan siswa di sekolah mereka.
 
“Namun, karena peristiwa itu terjadi di luar kegiatan belajar mengajar maka sepenuhnya sudah menjadi tangungjawab orangtua. Kami akan memberikan sanksi, jika pelanggaran dilakukan saat jam sekolah,” tandas Dada.
 

Berita Selengkapnya Klik di Sini

(Koran SI / Ujang Marmuksinudin / sus)

Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.