BANDUNG- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golongan Karya (Golkar) diminta segera menyerap aspirasi kader di daerah terkait penetapan calon Gubernur dan wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar).
Wakil Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jabar, Pulihono, menyatakan, belum adanya kejelasan berupa penetapan Cagub oleh DPP Partai Golkar dikhawatirkan merusak perolehan suara partai berlambang pohon beringin itu.
"Jika penetapan (Cagub Jabar) tidak segera dilakukan, saya justru melihat ada hal yang tidak demokratis," kata Pulihono melalui rilis yang diterima Okezone, Senin (17/9/2012).
Dia menjelaskan, saat ini kader yang turun langsung ke bawah dalam hal sosialisasi baik bagi kemenangan Partai Golkar maupun untuk kemenangan dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2013 sudah dilakukan oleh Ketua DPD Golkar Jabar Irianto Ms Syafiudin alias Yance.
Lanjutnya, Yance sudah melakukan sosialisasi pengenalan Partai Golkar sejak dirinya memimpin Partai Golkar Jabar pada 2010 lalu.
"Sosialisasi itu demi kemenangan Golkar di Jabar, terlebih Jabar menjadi barometer nasional," ujarnya.
Meski begitu, pihaknya sebagai DPD tetap tunduk dan patuh terhadap keputusan DPP. Namun DPP Partai Golkar diharapkan melihat realitas yang terjadi di Jabar.
Sebagai pengurus DPD Golkar Jabar, dirinya menyayangkan pernyataan sejumlah pengurus DPP terkait Calon Gubernur Jabar dari partai Golkar Jabar yang belum ditentukan, dan ada calon lain selain Yance yang akan disurvei.
Menurutnya, pernyataan DPP tersebut mengganggu konsolidasi Partai Golkar di Jabar, bahkan akan berdampak secara nasional. "Saya pikir untuk Pilgub mendatang, salah jika DPP menyatakan akan mensurvei kader lain selain Yance," ujarnya.
Dia mengakui, survei memang menjadi acuan DPP, namun dia berharap tidak ada politisasi sehingga tidak menangkap aspirasi kader di bawah dan membuat kinerja kader tidak maksimal.
"Semua elemen partai wajib saling dukung bahu membahu bekerja sama, sebab logikanya kan ada korelasi positif antara sukses pilgub dan sukses pemilu nasional (Pileg dan Pilpres)," pungkasnya.
Sabtu, 18 Mei 2013 14:04 WIB
Sabtu, 18 Mei 2013 10:26 WIB
Jum'at, 17 Mei 2013 21:14 WIB