Tanah di Majalengka Bergeser, Ini Penjelasan PVMBG

Kamis, 02 Mei 2013 10:56 wib | Billy Maulana Finkran - Sindo TV

Petugas memeriksa rumah-rumah warga di Cimuncang (Dok: RCTI) Petugas memeriksa rumah-rumah warga di Cimuncang (Dok: RCTI) BANDUNG - Pusat Vukanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan, pergeseran tanah di Desa Cimuncang dan Lebak Wangi, Kecamatan Malausama, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, semakin membahayakan. Bahkan, PVMBG menyebut beberapa lokasi di Desa Cimuncang sudah tidak layak dihuni lagi.

Kepala PVMBG, Surono, Kamis (2/5/2013), mengatakan, sejauh ini pihaknya belum melakukan penelitian karena belum ada permintaan dari kepala daerah setempat. Dia mengkhawatirkan pergeseran tanah terus meluas apabila hujan turun.

Penyebab pergeseran tanah, jelas Surono, di antaranya sudut lereng yang curam sehingga menimbulkan longsoran berat serta rayapan tanah yang bergerak.

Bagian bawah tanah di lokasi tersebut merupakan lapisan lempung yang kedap air, sementara bagian atas lapisan lolos air tinggi.

Maka, saat hujan lebat turun, tanah yang lolos air tinggi mengandung air terlalu banyak sehingga bobot tanah menjadi berat dan membasahi tanah yang kedap air. Ini yang menyebabkan tanah di Cimuncang bergeser.

Otomatis, bangunan permanen, seperti tembok dan lantai keramik akan pecah dan retak. Bangunan pun bisa ambruk.

Surono berharap, Pemerintah Kabupaten Majelengka Pemkab Majalengka segera merelokasi warga. Pihaknya bersedia membantu untuk menyelidiki daerah relokasi yang aman. Hingga kini ribuan warga Cimuncang dan Lebak Wangi masih mengungsi.
(Billy Maulana Finkran/Sindo TV/ton)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA ยป