Polisi Justru Kabur Saat Kampung Ahmadiyah Diserang

Senin, 06 Mei 2013 18:46 wib | Dony Aprian - Okezone

Ilustrasi (Foto: dok Okezone) Ilustrasi (Foto: dok Okezone) JAKARTA- Polisi diketahui justru pergi meninggalkan Kampung Wanisagara, Desa Tejowaringin, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, pada saat jamaah Ahmadiyah diserang oleh ratusan orang Minggu (5/5) dini hari.

Awalnya, kata perwakilan Jamaah Ahmadiyah, Zaenuda Ikhwanul Aziz, polisi memang sempat berjaga di sekitar kampung.  “Kami telah melakukan koordinasi kepada aparat setempat untuk melakukan pengajian.Dan sebelum hari Sabtu, pihak Polsek Salawu memberitahukan kepada pengurus Ahmadiyah jika akan ada pergerakan massa yang menuju ke Desa Tejowaringin,” kata Zaenuda di gedung YLBHI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (6/5/2013).

Hari Sabtu pagi, kata Zaenuda, aparat kepolisian dari Polres Tasikmalaya pun ikut menerjunkan anggotanya sebanyak dua truk Pasukan Pengendalian Massa (Dalmas) dan Pasukan Anti Huru Hara (PHH) untuk mengamankan warga yang sedang melaksanakan pengajian yang diagendakan sampai dengan hari Minggu 5 Mei 2013.

Zaenuda menambahkan, pihak kepolisian kemudian memberikan kabar kepada pengurus Ahmadiyah setempat, tidak ada pergerakkan massa. “Pasukan Dalmas meninggalkan desa tersebut dan hanya meninggalkan pasukan Anti Huru Hara,” katanya.

Barulah, sekitar pukul 01.30 WIB, Minggu dini hari sekelompok masa yang berjumlah sekira 150 orang menuju perkampungan Wanisagara dan Citeguh, Desa Tejowaringin dan melakukan penyerangan dan perusakan terhadap tiga mobil, satu motor, 25 bangunan dan fasilitas umum.
(ugo)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »