Panitera PN Bandung Ancam Mogok Kerja

Selasa, 28 Mei 2013 08:13 wib | Tri Ispranoto - Okezone

(Ilustrasi, Foto: Koran Sindo) (Ilustrasi, Foto: Koran Sindo) BANDUNG - Puluhan pPanitera pengganti (PP) Pengadilan Negeri (PN) Bandung berencana mogok kerja. Mereka memprotes kecilnya tunjangan yang dianggap tidak sebanding dengan beban kerja.

Para PP mengaku sudah enam tahun terakhir tunjangan tidak pernah naik. Mereka hanya mendapat tunjangan Rp375 ribu per bulan.

“Padahal hakim itu naiknya bisa sampai 10 kali lipat, mulai dari Rp17,5 juta sampai ada yang mendapat Rp21 juta per bulan. Sedangkan kami hanya Rp375 ribu,” ucap seorang PP PN Bandung yang enggan menyebutkan namanya, Selasa (28/5/2013).

Sebagai seorang PP, tugas utama mereka adalah menyiapkan ruang sidang, mencatat jalannya sidang, dan membuat berita acara persidangan.

Bahkan, tak jarang seorang PP  juga melakukan tugas di luar tanggung jawabnya, seperti menyiapkan kerangka keputusan yang merupakan tugas hakim. Dengan setumpuk pekerjaan tersebut, para PP kerap lembur.

“Sehari, minimal kami membuat tiga berita acara pemeriksaan. Dan yang harusnya Sabtu-Minggu libur malah dipakai untuk membuat laporan,” tuturnya.

Saat ini, para PP yang tergabung dalam Ikatan Panitera dan Sekretaris Pengadilan Indonesia (IPASPI) PN Bandung telah melayangkan surat permohonan kenaikan tunjangan kepada Ketua IPASPI Pusat, Anton Suryanto.

Selain itu, surat juga telah ditembuskan kepada Ketua MA, Dirjen Peradilan Umum, Komisi Yudisial, Kajati, Menpera, Komisi III DPR, Menteri Keuangan, dan para PP di pengadilan seluruh Indonesia.

“Surat itu ditandatangani 53 orang PP PN Bandung. Surat itu sudah diberikan pada Januari dan April 2013, tapi sampai sekarang tidak ada tanggapan. Bila tuntutan kami tidak teralisasi, kami akan mogok kerja,” tegasnya.
(ton)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »