Surat Perintah Seks Bebas bagi PNS Itu Fitnah

Rabu, 29 Mei 2013 13:10 wib | Tri Ispranoto - Okezone

Surat perintah seks bebas (Foto: Tri Ispranoto/Okezone) Surat perintah seks bebas (Foto: Tri Ispranoto/Okezone) BANDUNG - Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (Perpusda) Kota Bandung Muhammad Anwar merasa dicatut nama dan tanda tangannya terkait kasus surat perintah seks bebas. Dia mengaku menjadi korban fitnah.

“Saya sudah tahu (surat perintah) itu. Itu fitnah,” tegasnya saat ditemui wartawan di salah satu mal di Kota Bandung, Rabu (29/5/2013).

Dia mengetahui kasus ini sejak lama dan sudah melapor ke Polrestabes Bandung pada Februari 2013. Dia juga sudah dimintai keterangan polisi.

Dia juga merasa tidak pernah menandatangani surat tersebut. Apalagi di atas tanda tangan di surat palsu itu ada materainya.

“Itu ada yang di-scan, dan ada juga yang tanda tangannya palsu,” katanya.

Lebih jauh Anwar mengaku tidak mengetahui motif pelaku mencatut dan memalsukan identitasnya. Dia menyerahkan sepenuhnya kasus ini ke polisi.

Hal senada diungkapkan Wakil Wali Kota Bandung, Ayi Vivananda. Dia menyebut surat tersebut merupakan upaya untuk menghancurkan reputasi Pemkot Bandung.
 
Ayi mengakui nama-nama yang disebut dalam surat perintah itu merupakan PNS di lingkungan Perpusda Kota Bandung.

“Tidak mungkin lah mereka melakukan itu, Pak Anwar bagus ibadahnya. Dan orang-orang yang disebut itu aki-aki dan nini-nini hungkul (kakek dan nenek semua),” tuturnya.

Menurut orang nomor dua di Kota Bandung itu, nama-nama tersebut merupakan korban dari pihak yang tidak bertanggung jawab. “Ini bagian dari sabotase. Ini rupanya menghancurkan pemkot,” tegasnya.

Meski demikian, Ayi menyerahkan semuanya kepada polisi uintuk mengungkap kasus ini.
(ton)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »