Ini Jenis Kembang Api yang Boleh Digunakan dan Tidak

Senin, 15 Juli 2013 12:34 wib | Tri Ispranoto - Okezone

Razia petasan (Ilustrasi: Dok: Sindo TV) Razia petasan (Ilustrasi: Dok: Sindo TV) BANDUNG - Polda Jawa Barat merilis beberapa persayaratan dan perbedaan mengenai petasan dan kembang api, baik yang dilarang maupun yang bisa dijual bebas di pasaran.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Martinus Sitompul, menjelaskan, secara umum kembang api yang diperbolehkan dan tidak memerlukan izin adalah semua yang berukuran kurang dari dua inci.

“Untuk ukuran dua sampai delapan inci harus ada izin pembelian dan penggunaan yang biasanya itu untuk kepentingan show. Tapi, tetap kami akan melakukan pengawasan dalam peredarannya,” terang Martin, Senin (15/7/2013).

Nantinya, sebagai pengawasan dan pengendalian kembang api, polres atau polsek setempat dapat membuat surat keterangan penjualan kembang api kepada agen. Agen tersebut tentunya sudah ditunjuk importer yang telah memiliki surat keterangan dari Dit Intelkam Polda Jabar.

“Untuk yang tidak sesuai atau illegal dan tentunya tidak ada izin dari Mabes Polri kami akan melakukan penindadkan sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Berikut ketentuan kembang api berdasarkan UU Bunga Api Tahun 1932 dan Perkap Nomor 2 Tahun 2008 tanggal 29 April 2008 tentang pengawasan pengendalian dan pengamanan bahan peledak komersil:

Berikut kembang api yang diizinkan:

Bunga api mainan berukuran kurang dari dua inci atau kandungan mesiu kurang dari 20 gram tidak menggunakan izin pembelian dan penggunaan. Sementara, bunga api untuk pertunjukan (show) berukuran dua sampai dengan delapan inci atau kandungan mesiu lebih dari 20 gram.

Untuk pembelian dan penggunaannya harus ada izin dari Baintelkam Mabes Polri dengan rekomendasi Kapolda Jabar.

Kembang api yang dilarang:

1. Bunga api yang berisi bahan peledak seperti tertera dalam Pasal 1 UU No 9/1931,
2. Penggalak, deto, sumber deto, dan bahan-bahan dengan sifat bekerja yang sesuai,
3. Bahan-bahan dan mesiu yang dengan sendirinya atau dengan sebab kecil dapat terbakar atau meledak,
4. Bahan-bahan keras yang pada waktu ledakan bunga api dapat terpelanting,
5. Bunga api dengan bermacam-macam ledakan yang berat mesiu di dalamnya lebih besar dari pada beratnya sepertiga       bagian satuan bunga api (bunga api yang berukuran di atas delapan inci).

Kembang api yang bisa dijual bebas:

1. Kembang api kawat atau sejenisnya,
2. Kembang api air mancur,
3. Kembang api yang dapat terbang, seperti kupu-kupu, tawon yang pada umumnya tidak mengeluarkan bunyi,
4. Kembang api yang di darat (ground spinner) seperti gasing yang berputar,
5. Kembang api berupa bola-bola atau roman candle. Ada yang tidak berbunyi tetapi hanya berupa bola-bola api kecil           warna-warni saja. Ada yang mengeluarkan suara pretekan (crackling) dan ada yang mengeluarkan suara “tar” (bukan        dor seperti petasan).
6. Kembang api berupa roket yang meluncur ke atas dengan gagang bambu atau kayu berbagai ukuran.
7. Kembang api berupa 'cakes', kumpulan tabung-tabung kecil dengan jumlah tembakan bervariasi dari 10,25 lebih                 tembakan. Efek tembakan berupa bunga chrydsantemum atau kelapa. Bunga brocade, untuk 'consumer cakes'                 diameter tube kecil, yakni satu sampai 1,5 sentimeter, tapi untuk profesional tubenya lebih besar.
8. Shells, terdiri dari bermacam-bermacam ukuran, berbentuk bola dengan ukuran antara satu dan 1,5 inci, sedangkan           untuk profesional dengan bantuan alat peluncur berukuran lebih besar tiga sampai delapan inci.
(ton)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA ยป